Tiga Wanita Muda Jadi Korban Perang Kwamki Lama

Kompas.com - 06/01/2010, 17:52 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang perempuan ikut menjadi korban pertikaian antar dua kelompok warga di Kwamki Lama, Kelurahan Harapan, Timika, Papua, Rabu (6/1/2010).

Salah seorang di antaranya, Melince Wamang, harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk mengeluarkan anak panah yang tertancap pada paha kirinya.

Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Mimika, Welmince terlihat tertidur di atas sebuah tempat tidur pasien ditemani seorang ibu tua yang merupakan kerabatnya.

Dr Sieltiel selaku dokter jaga pada UGD RSUD Mimika mengatakan, Welmince baru selesai menjalani pembedahan pada kakinya untuk mengeluarkan anak panah.

Welmince terkena anak panah pada pertikaian antar kelompok atas dan bawah di Kwamki Lama pada Rabu siang tadi.

Saksi di lokasi kejadian menyebutkan, Welmince ikut terlibat pertikaian dan berperan sebagai pemegang tameng yakni daun seng dari kelompok bawah pimpinan Yohanes Yolemal.

Perempuan yang masih muda ini sontak terkapar saat sebuah anak panah yang dilesakkan kubu lawan menembus paha kirinya.

Ia digotong dua lelaki menuju mobil ambulans untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Mimika.

Dua perempuan lain yang juga menjadi korban pertikaian antar warga di Kwamki Lama yaitu Arina Kumabak dan Okonta Murib.

Arina terkena peluru senapan angin pada pelipis matanya. Sedangkan Okonta terkena anak panah pada telapak kaki kirinya.

Selama berlangsung pertikaian antar dua kelompok warga di Kwamki Lama sejak Senin petang, kaum perempuan dari masing-masing kelompok terlihat ikut aktif mendukung kaum laki-laki dari kelompoknya.

Kaum perempuan bertugas memasak dan mempersiapkan perlengkapan perang seperti busur dan anak panah bahkan maju untuk memegang tameng dari daun seng di barisan terdepan pertahanan kelompoknya.

Pekikan dan teriakan khas para perempuan tersebut seakan sebagai pemicu semangat bagi kaum lelaki untuk terus maju bertempur, bahkan hingga tetes darah penghabisan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau